Karena pergerakan magma dalam gunung berapi atau disebut gempa vulkanik.
· Karena pergeseran lempeng-lempeng bumi atau disebut gempa tektonik.
· Karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam.
Contoh kasusnya adalah Dam Karibia di Zambia, Afrika.
· Karena injeksi atau akstraksi cairan dari dan ke dalam bumi. Contoh kasusnya
biasanya terjadi pada beberapa pembangkit tenaga listrik panas bumi.
· Karena disebabkan oleh bahan peledak atau disebabkan oleh manusia (seismitas
terinduksi).
Sabtu, 03 Oktober 2009
Kamis, 10 September 2009
stop dreaming start action
Batman memandang lesu sebuah poster yang tertempel di tembok jalan. Ada tulisan besar “Stop Dreaming Start Action” di situ, dengan gambar seorang pria kribo sedang tidur-tiduran di rumput dan memandang ke arah langit, seolah sedang mengkhayal. Tapi ia tidak peduli sama sekali dengan poster tersebut. Bahkan apabila Luna Maya yang menjadi modelnya pun belum tentu ia akan berpaling. Maklum, sejak bisnis salonnya gagal, ia memang lebih sering menyendiri. Seakan meratapi kekalahannya oleh Peter Parker si Spiderman. Bahkan job-job mengalahkan penjahat yang acap diterimanya dari komisaris Gordon pun diabaikan. Ia biarkan Nightwing dan Robin mengurusnya.
Stop Dreaming Take Action
Dengan langkah gontai, Batman pun melanjutkan perjalannya ke arah pinggir kota. Tak lama, ia sampai di sebuah tanah lapang. Ada sekitar 10 orang anak kecil bermain bola di sana dengan riang. Berlarian ke sana kemari, berteriak kencang-kencang, meloncat-loncat. Sumpek dengan kegaduhan mereka, Batman pun mencabut rambu stop dilarang parkir yang ada di trotoar dan mengusir anak-anak tersebut dengan paksa.
“Hus, hus, sana pergi! Jangan bikin ribut di sini”, teriaknya sambil mengayunkan rambu tanda berhenti tersebut di udara dengan liar.
Teriakan-teriakan gembira kesepuluh anak polos tersebut seketika berubah menjadi teriakan ketakutan. Hanya dalam hitungan sepersekian detik mereka sudah kabur ketakutan sambil menangis meraung-raung.
“Nah, gini kan enak. Tenang. Aku jadi bisa tidur-tiduran di sini. Siapa tau dapet mimpi indah dan pikiran jadi tenang lagi,” ujar Batman pada dirinya sendiri, “sweet dream me“.
Hanya butuh 5 menit saja bagi Batman untuk tertidur pulas. Dan tak berapa lama kemudian, cita-citanya terkabul. Ia bermimpi. Mimpi indah pula. Dalam mimpi tersebut, ia menjadi seorang juragan HP yang sukses. Punya konter di mana-mana. Dari yang ada di WTC Surabaya hingga di ITC Roxy Mas Jakarta. Salah satu konternya bernama “Dream Start”. Pemasukannya gak tanggung-tanggung… 100 juta setiap hari!
“Aduh!”, mendadak Batman terbangun. Ternyata ia tidur di atas sarang semut merah dan kini ada ratusan semut merah yang sibuk menggigiti tubuhnya. Dari ujung hidung hingga ujung jempol (kalo tidur Batman kebiasaan melepas sepatunya). Untung saja sebagian tubuhnya tertutup baju kebangsaan dan jubah, sehingga hanya beberapa gelintir semut saja yang sukses menzolimi tubuhnya.
Setelah membersihkan tubuhnya dari serbuan semut-semut tersebut, Batman mulai mengingat-ingat kembali mimpinya.
“Gila, mantap banget mimpiku tadi. TOPBGTSKL. Apalagi GPL, gak pake lama. Begitu start bobok, langsung mimpi. Jadi juragan HP, kaya raya, penghasilan 100 juta per hari. Wew!”
Ia pun mencatat ‘pekerjaan’ yang ia lakukan dalam mimpi tersebut, beserta nominal penghasilannya, ke dalam buku catatan yang selalu ia bawa di balik jubahnya.
“Kalau begitu, mulai besok aku harus sering tidur-tiduran di lapangan ini. Biar selalu dapet mimpi indah. Kalau perlu lapangan ini aku beli agar anak-anak tadi gak seenaknya saja bermain di sini”.
Begitulah.
Sejak itu, hampir setiap hari Batman datang dan tidur di lapangan tersebut. Tentu saja dengan terlebih dahulu mengecek apakah tanah yang dijadikan alas tidurnya terdapat sarang semut merah atau tidak. Dan entah kenapa, setiap kali ia tidur di sana ia selalu mendapatkan mimpi-mimpi yang indah. Dari jadi bandar ojek “Ride Action”, bos perusahaan “Don’t Stop”, hingga pemilik maskapal “Start Flying”. Semuanya berpenghasilan ratusan juta hingga milyaran rupiah!
Satu bulan kemudian, saat sedang asik Facebook-an di cafe “Dreaming Dolphin” pakai Blackberry, Superman datang menghampirinya.
“Halo gan, apa kabar?”
“Baik, bro,” jawab Batman sambil mengupdet statusnya di Facebook — “lagi cangkruk di cafe”
Superman mengambil tempat duduk tepat di samping Batman. Ia menyeruput ice coffee latte favoritnya sambil mengatur posisi duduknya agar nyaman.
“Tahu tidak,”, ujar Superman, “denger-denger si laba-laba sekarang bisnis HP loh. Dan gak jauh beda dengan bisnis salonnya, bisnis HPnya pun laris manis tanjung kimpul”.
Mendadak Batman meletakkan Blackberry-nya. Wajahnya gusar menatap Superman. “Si Peter Parker sialan itu maksudmu?”
“Iya lah, masa’ iya dong. Emang siapa lagi superhero di sini yang dijuluki manusia laba-laba alias spiderman?”, jawab Superman santai.
“Huh, kalau cuma bisnis HP sih aku juga bisa,”, ujar Batman ketus.
“Oh ya?”
“Iya,” jawab Batman. Ia mengeluarkan buku catatannya dan menunjukkan pada Superman. “Tuh lihat, gak hanya bisnis HP, bahkan bisnis laundry, bisnis tiket pesawat, bisnis antar jemput anak sekolah, sampai bisnis VCC Paypal. Semuanya sukses. Penghasilan berlimpah. Kalau ditotal, penghasilan sehari aja bisa beli selusin rumah mewah.”
“Wow,” Superman berteriak tertahan. Kagum. Kemarin untuk beli laptop aja ia harus bersusah payah. Ini si kelelawar, ditinggal fesbukan aja bisnisnya bisa jalan lancar.
“Ngomong-ngomong,” ujar Superman, “emang dimana gerai HPmu? Kebetulan aku mo ganti HP nih. Yang ini batereinya bocor, sering low-bat.”
“Gerai? Gak ada tuh,” jawab Batman pede.
“Loh kok? Lha terus bisnis HPmu gimana kok bisa tanpa gerai? Apa punya online store? Ato buka lapak di kaskus?”
“Gak. Itu kan ada di mimpiku. Kalau mau sukses, aku tinggal mimpi aja. Beres. Gak pake ribet. Gak pake repot.”
Superman bengong mendengar jawaban Batman. Sejenak kemudian ia berkata dengan lirih ke arah sahabatnya, “Bro.. kalau cuman dalam mimpi seperti itu… terus dimana letak kesuksesannya? Itu kan fana, bukan nyata. Apa yang bisa dibanggain dari situ?”
Batman terdiam mendengar perkataan Superman. Ia tercenung. Sejak kalah dari Peter Parker, mentalnya memang langsung down. Ia takut mulai berbisnis lagi. Takut gagal. Motonya sekarang: lebih baik stop bisnis daripada start action tapi gagal. Tapi kata-kata Clark Kent barusan seolah menyadarkannya. Kalau cuman mimpi, apa yang bisa dibanggain? Dimana letak kesuksesannya?
Superman kembali menyeruput kopinya. Ia diam, memberikan waktu pada Batman untuk berpikir.
“Iya ya,” Batman akhirnya buka suara, “ternyata selama beberapa waktu terakhir ini tindakanku salah.”
“Jelas dong,” sahut Superman, “agar bisa bener-bener sukses, kita harus berhenti bermimpi dan start action. Kalau kata si Joko Susilo, stop dreaming start action. Gagal, kalah, meleset dari target, itu semua wajar. Yang perlu diingat, apabila kita take action, kita punya kesempatan untuk SUKSES. Tapi apabila kita just dreaming, kita pasti akan GAGAL. Sesimpel itu. Jangan sampai kebalik seperti kamu sekarang, start dreaming stop action…”
Batman mengangguk-anggukkan kepala tanda setuju. Ia merobek-robek buku catatan mimpinya sebagai tanda bahwa ia agak segera berubah.
“Kalau begitu, aku mau pergi dulu ya”
“Loh kemana?”, tanya Superman heran.
“Mau cari stand kosong di WTC Surabaya, buat buka gerai HP. Kan tadi katanya harus segera action dan action. Ya kan?”
“Wah, sip kalo gitu. Semoga sukses ya gan! Don’t stop until you succeeded”
Dan Batman pun langsung ngacir memacu kendaraanya. Menuju ke arah Surabaya.
Stop Dreaming Take Action
Dengan langkah gontai, Batman pun melanjutkan perjalannya ke arah pinggir kota. Tak lama, ia sampai di sebuah tanah lapang. Ada sekitar 10 orang anak kecil bermain bola di sana dengan riang. Berlarian ke sana kemari, berteriak kencang-kencang, meloncat-loncat. Sumpek dengan kegaduhan mereka, Batman pun mencabut rambu stop dilarang parkir yang ada di trotoar dan mengusir anak-anak tersebut dengan paksa.
“Hus, hus, sana pergi! Jangan bikin ribut di sini”, teriaknya sambil mengayunkan rambu tanda berhenti tersebut di udara dengan liar.
Teriakan-teriakan gembira kesepuluh anak polos tersebut seketika berubah menjadi teriakan ketakutan. Hanya dalam hitungan sepersekian detik mereka sudah kabur ketakutan sambil menangis meraung-raung.
“Nah, gini kan enak. Tenang. Aku jadi bisa tidur-tiduran di sini. Siapa tau dapet mimpi indah dan pikiran jadi tenang lagi,” ujar Batman pada dirinya sendiri, “sweet dream me“.
Hanya butuh 5 menit saja bagi Batman untuk tertidur pulas. Dan tak berapa lama kemudian, cita-citanya terkabul. Ia bermimpi. Mimpi indah pula. Dalam mimpi tersebut, ia menjadi seorang juragan HP yang sukses. Punya konter di mana-mana. Dari yang ada di WTC Surabaya hingga di ITC Roxy Mas Jakarta. Salah satu konternya bernama “Dream Start”. Pemasukannya gak tanggung-tanggung… 100 juta setiap hari!
“Aduh!”, mendadak Batman terbangun. Ternyata ia tidur di atas sarang semut merah dan kini ada ratusan semut merah yang sibuk menggigiti tubuhnya. Dari ujung hidung hingga ujung jempol (kalo tidur Batman kebiasaan melepas sepatunya). Untung saja sebagian tubuhnya tertutup baju kebangsaan dan jubah, sehingga hanya beberapa gelintir semut saja yang sukses menzolimi tubuhnya.
Setelah membersihkan tubuhnya dari serbuan semut-semut tersebut, Batman mulai mengingat-ingat kembali mimpinya.
“Gila, mantap banget mimpiku tadi. TOPBGTSKL. Apalagi GPL, gak pake lama. Begitu start bobok, langsung mimpi. Jadi juragan HP, kaya raya, penghasilan 100 juta per hari. Wew!”
Ia pun mencatat ‘pekerjaan’ yang ia lakukan dalam mimpi tersebut, beserta nominal penghasilannya, ke dalam buku catatan yang selalu ia bawa di balik jubahnya.
“Kalau begitu, mulai besok aku harus sering tidur-tiduran di lapangan ini. Biar selalu dapet mimpi indah. Kalau perlu lapangan ini aku beli agar anak-anak tadi gak seenaknya saja bermain di sini”.
Begitulah.
Sejak itu, hampir setiap hari Batman datang dan tidur di lapangan tersebut. Tentu saja dengan terlebih dahulu mengecek apakah tanah yang dijadikan alas tidurnya terdapat sarang semut merah atau tidak. Dan entah kenapa, setiap kali ia tidur di sana ia selalu mendapatkan mimpi-mimpi yang indah. Dari jadi bandar ojek “Ride Action”, bos perusahaan “Don’t Stop”, hingga pemilik maskapal “Start Flying”. Semuanya berpenghasilan ratusan juta hingga milyaran rupiah!
Satu bulan kemudian, saat sedang asik Facebook-an di cafe “Dreaming Dolphin” pakai Blackberry, Superman datang menghampirinya.
“Halo gan, apa kabar?”
“Baik, bro,” jawab Batman sambil mengupdet statusnya di Facebook — “lagi cangkruk di cafe”
Superman mengambil tempat duduk tepat di samping Batman. Ia menyeruput ice coffee latte favoritnya sambil mengatur posisi duduknya agar nyaman.
“Tahu tidak,”, ujar Superman, “denger-denger si laba-laba sekarang bisnis HP loh. Dan gak jauh beda dengan bisnis salonnya, bisnis HPnya pun laris manis tanjung kimpul”.
Mendadak Batman meletakkan Blackberry-nya. Wajahnya gusar menatap Superman. “Si Peter Parker sialan itu maksudmu?”
“Iya lah, masa’ iya dong. Emang siapa lagi superhero di sini yang dijuluki manusia laba-laba alias spiderman?”, jawab Superman santai.
“Huh, kalau cuma bisnis HP sih aku juga bisa,”, ujar Batman ketus.
“Oh ya?”
“Iya,” jawab Batman. Ia mengeluarkan buku catatannya dan menunjukkan pada Superman. “Tuh lihat, gak hanya bisnis HP, bahkan bisnis laundry, bisnis tiket pesawat, bisnis antar jemput anak sekolah, sampai bisnis VCC Paypal. Semuanya sukses. Penghasilan berlimpah. Kalau ditotal, penghasilan sehari aja bisa beli selusin rumah mewah.”
“Wow,” Superman berteriak tertahan. Kagum. Kemarin untuk beli laptop aja ia harus bersusah payah. Ini si kelelawar, ditinggal fesbukan aja bisnisnya bisa jalan lancar.
“Ngomong-ngomong,” ujar Superman, “emang dimana gerai HPmu? Kebetulan aku mo ganti HP nih. Yang ini batereinya bocor, sering low-bat.”
“Gerai? Gak ada tuh,” jawab Batman pede.
“Loh kok? Lha terus bisnis HPmu gimana kok bisa tanpa gerai? Apa punya online store? Ato buka lapak di kaskus?”
“Gak. Itu kan ada di mimpiku. Kalau mau sukses, aku tinggal mimpi aja. Beres. Gak pake ribet. Gak pake repot.”
Superman bengong mendengar jawaban Batman. Sejenak kemudian ia berkata dengan lirih ke arah sahabatnya, “Bro.. kalau cuman dalam mimpi seperti itu… terus dimana letak kesuksesannya? Itu kan fana, bukan nyata. Apa yang bisa dibanggain dari situ?”
Batman terdiam mendengar perkataan Superman. Ia tercenung. Sejak kalah dari Peter Parker, mentalnya memang langsung down. Ia takut mulai berbisnis lagi. Takut gagal. Motonya sekarang: lebih baik stop bisnis daripada start action tapi gagal. Tapi kata-kata Clark Kent barusan seolah menyadarkannya. Kalau cuman mimpi, apa yang bisa dibanggain? Dimana letak kesuksesannya?
Superman kembali menyeruput kopinya. Ia diam, memberikan waktu pada Batman untuk berpikir.
“Iya ya,” Batman akhirnya buka suara, “ternyata selama beberapa waktu terakhir ini tindakanku salah.”
“Jelas dong,” sahut Superman, “agar bisa bener-bener sukses, kita harus berhenti bermimpi dan start action. Kalau kata si Joko Susilo, stop dreaming start action. Gagal, kalah, meleset dari target, itu semua wajar. Yang perlu diingat, apabila kita take action, kita punya kesempatan untuk SUKSES. Tapi apabila kita just dreaming, kita pasti akan GAGAL. Sesimpel itu. Jangan sampai kebalik seperti kamu sekarang, start dreaming stop action…”
Batman mengangguk-anggukkan kepala tanda setuju. Ia merobek-robek buku catatan mimpinya sebagai tanda bahwa ia agak segera berubah.
“Kalau begitu, aku mau pergi dulu ya”
“Loh kemana?”, tanya Superman heran.
“Mau cari stand kosong di WTC Surabaya, buat buka gerai HP. Kan tadi katanya harus segera action dan action. Ya kan?”
“Wah, sip kalo gitu. Semoga sukses ya gan! Don’t stop until you succeeded”
Dan Batman pun langsung ngacir memacu kendaraanya. Menuju ke arah Surabaya.
di kutip dari : http://dongengmotivasi.com/stop-dreaming-start-action.htm
tidak perlu dari nol
Seorang pebisnis senior memberi nasihat kepada orang yang bertanya kepadanya. “Mulailah bisnis dari nol. Saya juga dulu begitu dan sekarang terbukti berhasil.” Maaf, saya tidak setuju dengan ini. Kenapa? Karena akan membuang waktu dan energi yang berharga untuk memulai bisnis dari nol. Pertanyaanya, jika sudah ada jalan, mengapa harus membuat jalan baru?
Capek kan membuat jalan baru? Mungkin orang terdahulu, menuju ke suatu tempat dengan membuka jalan baru. Itu dilakukan karena belum ada jalan. Jika sudah ada, buat apa? Bahkan, orang cerdas jaman dulu pun tidak benar-benar membuka jalan baru. Banyak yang pergi ke suatu tempat melalui jalan yang sudah dibuka oleh sungai.
Prinsip mulai dari nol akan membuat kita ketinggalan. Saat orang lain sudah berjalan jauh di depan, kita masih sibuk membuka jalan. Mencoba-coba cara melakukan bisnis yang masih gelap. Kita akan menghabis waktu dan energi untuk memulai dari nol. Berbeda, jika kita tinggal mencari jalan yang sudah ada, yang searah dengan tujuan kita, maka perjalanan kita akan lebih mudah.
Artinya, carilah sistem, cara, strategi, atau panduan yang sudah dibuat berdasarkan pengalaman orang lain. Jika bisnis kita berbeda, kita tinggal melakukan penyesuaian, bukan memulai dari awal. Bagaimana caranya? Kita bisa mendapatkan sistem, cara, strategi, atau panduan dengan cara belajar, melalui buku, ebook, pelatihan, kursus, seminar dan sebagainya.
“Tapi, teori sering tidak sesuai dengan praktek!”
Tentu saja dan itu pasti. Penyebabnya adalah bisnis dan kondisi Anda tidak persis sama dengan bisnis dan kondisi orang yang membuat teori tadi. Sebenarnya, teori yang sudah ada itu dibuat berdasarkan praktek. Tapi itu dulu, kondisinya berbeda dengan sekarang. Bisnis yang dijalankan pun tentu tidak benar-benar persis sama dengan punya. Dan juga, kemampuan Anda dengan orang yang membuat teori itu pasti berbeda.
Namun, meskipun teori dan praktek tidak selalu sama, tetapi jika kita sudah belajar terlebih dahulu, kita akan tahu setidaknya arah utama menuju tujuan kita. Sehingga yang perlu kita lakukan tinggal melakukan penyesuaian saja. Ini lebih mudah dan cepat daripada tidak tahu apa-apa. Teori mungkin hanya secercah cahaya, tetapi itu lebih baik dibandingkan berjalan di tengah kegelapan.
Jadi, tidak perlu dari nol. Manfaatkan jalan yang sudah dibuat oleh orang lain. Jika Anda punya uang, gunakan untuk modal, tidak perlu modal dengkul, kecuali memang tidak punya uang. Dengan demikian, bisnis kita akan berjalan lebih cepat dibandingkan mulai dari nol. Orang lain sudah berpergian dengan menggunakan mobil. Apakah Anda akan tetap berjalan kaki?
Capek kan membuat jalan baru? Mungkin orang terdahulu, menuju ke suatu tempat dengan membuka jalan baru. Itu dilakukan karena belum ada jalan. Jika sudah ada, buat apa? Bahkan, orang cerdas jaman dulu pun tidak benar-benar membuka jalan baru. Banyak yang pergi ke suatu tempat melalui jalan yang sudah dibuka oleh sungai.
Prinsip mulai dari nol akan membuat kita ketinggalan. Saat orang lain sudah berjalan jauh di depan, kita masih sibuk membuka jalan. Mencoba-coba cara melakukan bisnis yang masih gelap. Kita akan menghabis waktu dan energi untuk memulai dari nol. Berbeda, jika kita tinggal mencari jalan yang sudah ada, yang searah dengan tujuan kita, maka perjalanan kita akan lebih mudah.
Artinya, carilah sistem, cara, strategi, atau panduan yang sudah dibuat berdasarkan pengalaman orang lain. Jika bisnis kita berbeda, kita tinggal melakukan penyesuaian, bukan memulai dari awal. Bagaimana caranya? Kita bisa mendapatkan sistem, cara, strategi, atau panduan dengan cara belajar, melalui buku, ebook, pelatihan, kursus, seminar dan sebagainya.
“Tapi, teori sering tidak sesuai dengan praktek!”
Tentu saja dan itu pasti. Penyebabnya adalah bisnis dan kondisi Anda tidak persis sama dengan bisnis dan kondisi orang yang membuat teori tadi. Sebenarnya, teori yang sudah ada itu dibuat berdasarkan praktek. Tapi itu dulu, kondisinya berbeda dengan sekarang. Bisnis yang dijalankan pun tentu tidak benar-benar persis sama dengan punya. Dan juga, kemampuan Anda dengan orang yang membuat teori itu pasti berbeda.
Namun, meskipun teori dan praktek tidak selalu sama, tetapi jika kita sudah belajar terlebih dahulu, kita akan tahu setidaknya arah utama menuju tujuan kita. Sehingga yang perlu kita lakukan tinggal melakukan penyesuaian saja. Ini lebih mudah dan cepat daripada tidak tahu apa-apa. Teori mungkin hanya secercah cahaya, tetapi itu lebih baik dibandingkan berjalan di tengah kegelapan.
Jadi, tidak perlu dari nol. Manfaatkan jalan yang sudah dibuat oleh orang lain. Jika Anda punya uang, gunakan untuk modal, tidak perlu modal dengkul, kecuali memang tidak punya uang. Dengan demikian, bisnis kita akan berjalan lebih cepat dibandingkan mulai dari nol. Orang lain sudah berpergian dengan menggunakan mobil. Apakah Anda akan tetap berjalan kaki?
di kutip dari :http://www.motivasi-islami.com/artikel/tidak-perlu-dari-nol/
kekejaman israel pada rakyat palestina
Peperangan di jalur Gaza telah berlangsung lebih dari setengah bulan, ribuan protes atas nama kemanusian telah meluncur meski ternyata tidak digubris oleh Israel dan bahkan PBB menjadi mandul berhadapan dengan bangsa keturunan Israel (Ishak) ini. Bangsa yang telah terusir dari negerinya dan menuai kutuk Tuhan sejak masa Musa ini ternyata masih saja menjadi bangsa licik yang lihai.
Harus diakui bahwa orang-orang Israel adalah manusia-manusia ras unggul yang selain memiliki keindahan secara fisik juga memliki otak yang cemerlang, sayang sekali bangsa ini adalah bangsa pengingkar dan selalu menebar kejahatan sejak dahulu. Berapa banyak nabi dan rasul yang dilahirkan dari dan untuk bangsa ini, dan tidak ada yang berhasil membuat bani Israel menjadi bangsa yang baik dalam jangka waktu lama.
Ribuan nabi dan rasul dibangkitkan dari kaum Israel, dan semuanya hanya mampu membuat bangsa ini baik saat hidupnya nabi dan rasul tersebut, setelah sang nabi wafat, bangsa ini kembali sesat. Bahkan beberapa nabi dan rasul mereka bunuh sendiri. Bangsa yang sejak dulu selalu berlumuran darah, bahkan darah para nabi yang dibangkitkan tuhan untuk kebaikan mereka.
Pesan Bijak
Pahlawan bukanlah orang yang berani menetakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya dikala ia marah.
Nabi Muhammad SAW
Permusuhan dengan umat Islam sudah dimulai sejak penghianatannya pada Rasulullah saat berlangsungnya perang khandak. Rasa dengkinya terhadap umat Islam dimulai tatkala mengetahui bahwa mesiah (juru selamat) terakhir yang dijanjikan ternyata dilahirkan dari keturunan Ismail (bani Ismail) bukannya dari kalangan mereka (bani Israel/Ishak).
Kalau menilik sejarah diatas sebenarnya agresi Israel terhadap Palestina tidak perlu diherankan, karena semenjak ribuan tahun lalu watak bangsa tersebut memang begitu. Yang perlu diherankan adalah kenapa PBB tidak cepat bertindak tegas akan hal ini? Bukankah PBB adalah perserikatan bangsa-bangsa yang konon bertugas menegakkan perdamaian dan mencegah perang serta mencegah pencaplokan wilayah kedaulatan suatu bangsa? atau mungkin sebaiknya PBB diganti saja pengertiannya sebagai perserikatan banci-banci! resolusinya tidak lebih dari tai kucing!
Kenapa kepada Iran dan Ahmadinejad-nya PBB sangat keras? padahal Iran belum terbukti membuat senjata nuklir, tapi Israel benar-benar bukan saja terbukti, tapi melakukan serangan yang menimbulkan korban tidak sedikit secara terang-terangan malah seperti didiamkan saja, kalau mengingat hal ini PBB lebih tepat kalau disebut perserikatan bangsat-bangsat!
Pada dasarnya Israel adalah negara yang rasis, merasa sebagai bangsa unggul yang bisa memperbudak bangsa lain. Mereka beranggapan bahwa merekalah yang didalam Taurat disebut sebagai ummat pilihan, perhatikan kutipan dibawah ini:
Berdasarkan Taurat, wilayah negara Israel luasnya "dari sungai Nil sampai ke sungai Eufrat dan Tigris" (Genesis Revisi ke-15, ayat 18), tanah-air menurut ajaran agama Yahudi ada1ah ''Tanah Suci" (Kitab Zakaria 2 : 12), tanah itu adalah "Tanah Tuhan, karena Tuhan tinggal disana" (Kitab Yusya 9 : 3), tanah itu adalah "Tanah yang dijanjikan oleh Tuhan kepada Ibrahim" (Kitab Tatsniah II : 12), dan menurut Taurat lagi, tanah itu adalah "Tanah pilihan untuk, diwariskan kepada Ummat Pilihan"
Walau kitab suci mereka adalah Taurat, tapi pada kenyataannya mereka lebih mendewakan kitab Talmud, kitab yang berisi ajaran gila. Saya memiliki banyak referensi mengenai hal ini, beberapa isi gila dari kitab Talmud seperti dibawah ini:
Menganiaya seorang Yahudi Sama Dengan Menghujat Tuhan
Dibenarkan Menipu Orang yang Bukan-Yahudi
Orang Yahudi Mempunyai Kedudukan Hukum yang Lebih Tinggi
Orang Yahudi Boleh Mencuri Barang Milik Bukan-Yahudi
Orang Yahudi Boleh Merampok atau Membunuh Orang Non-Yahudi
Orang Yahudi Boleh Berdusta kepada Orang Non-Yahudi
Yang Bukan-Yahudi adalah Hewan di bawah Derajat Manusia
Gila gak ajaran diatas?, makanya tidak heran kelakuan bangsa Israel itu seperti itu. Gerakan Zionisme mereka juga menggunakan Kitab Gila Talmud tadi sebagai acuan dasar.
Bagaimanapun semua yang terjadi sudah kehendak Tuhan, pasti dibalik semua peristiwa ada maksudnya, siapa tahu dengan perang ini maka Tuhan justru memberi kesempatan kepada bangsa Palestina untuk berombongan masuk surga sebagai syuhada'. Dan siapa tahu juga Israel berbondong ke neraka sebagai penyebar maut. Bagaimanapun kita hanya memandang dengan mata kita sebagai manusia yang seringkali salah. Meski begitu sebagai sesama manusia dan sesama muslim, saya sangat membenci aksi Israel terhadap Palestina ini. Semoga kekejaman ini segera berakhir.
Harus diakui bahwa orang-orang Israel adalah manusia-manusia ras unggul yang selain memiliki keindahan secara fisik juga memliki otak yang cemerlang, sayang sekali bangsa ini adalah bangsa pengingkar dan selalu menebar kejahatan sejak dahulu. Berapa banyak nabi dan rasul yang dilahirkan dari dan untuk bangsa ini, dan tidak ada yang berhasil membuat bani Israel menjadi bangsa yang baik dalam jangka waktu lama.
Ribuan nabi dan rasul dibangkitkan dari kaum Israel, dan semuanya hanya mampu membuat bangsa ini baik saat hidupnya nabi dan rasul tersebut, setelah sang nabi wafat, bangsa ini kembali sesat. Bahkan beberapa nabi dan rasul mereka bunuh sendiri. Bangsa yang sejak dulu selalu berlumuran darah, bahkan darah para nabi yang dibangkitkan tuhan untuk kebaikan mereka.
Pesan Bijak
Pahlawan bukanlah orang yang berani menetakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya dikala ia marah.
Nabi Muhammad SAW
Permusuhan dengan umat Islam sudah dimulai sejak penghianatannya pada Rasulullah saat berlangsungnya perang khandak. Rasa dengkinya terhadap umat Islam dimulai tatkala mengetahui bahwa mesiah (juru selamat) terakhir yang dijanjikan ternyata dilahirkan dari keturunan Ismail (bani Ismail) bukannya dari kalangan mereka (bani Israel/Ishak).
Kalau menilik sejarah diatas sebenarnya agresi Israel terhadap Palestina tidak perlu diherankan, karena semenjak ribuan tahun lalu watak bangsa tersebut memang begitu. Yang perlu diherankan adalah kenapa PBB tidak cepat bertindak tegas akan hal ini? Bukankah PBB adalah perserikatan bangsa-bangsa yang konon bertugas menegakkan perdamaian dan mencegah perang serta mencegah pencaplokan wilayah kedaulatan suatu bangsa? atau mungkin sebaiknya PBB diganti saja pengertiannya sebagai perserikatan banci-banci! resolusinya tidak lebih dari tai kucing!
Kenapa kepada Iran dan Ahmadinejad-nya PBB sangat keras? padahal Iran belum terbukti membuat senjata nuklir, tapi Israel benar-benar bukan saja terbukti, tapi melakukan serangan yang menimbulkan korban tidak sedikit secara terang-terangan malah seperti didiamkan saja, kalau mengingat hal ini PBB lebih tepat kalau disebut perserikatan bangsat-bangsat!
Pada dasarnya Israel adalah negara yang rasis, merasa sebagai bangsa unggul yang bisa memperbudak bangsa lain. Mereka beranggapan bahwa merekalah yang didalam Taurat disebut sebagai ummat pilihan, perhatikan kutipan dibawah ini:
Berdasarkan Taurat, wilayah negara Israel luasnya "dari sungai Nil sampai ke sungai Eufrat dan Tigris" (Genesis Revisi ke-15, ayat 18), tanah-air menurut ajaran agama Yahudi ada1ah ''Tanah Suci" (Kitab Zakaria 2 : 12), tanah itu adalah "Tanah Tuhan, karena Tuhan tinggal disana" (Kitab Yusya 9 : 3), tanah itu adalah "Tanah yang dijanjikan oleh Tuhan kepada Ibrahim" (Kitab Tatsniah II : 12), dan menurut Taurat lagi, tanah itu adalah "Tanah pilihan untuk, diwariskan kepada Ummat Pilihan"
Walau kitab suci mereka adalah Taurat, tapi pada kenyataannya mereka lebih mendewakan kitab Talmud, kitab yang berisi ajaran gila. Saya memiliki banyak referensi mengenai hal ini, beberapa isi gila dari kitab Talmud seperti dibawah ini:
Menganiaya seorang Yahudi Sama Dengan Menghujat Tuhan
Dibenarkan Menipu Orang yang Bukan-Yahudi
Orang Yahudi Mempunyai Kedudukan Hukum yang Lebih Tinggi
Orang Yahudi Boleh Mencuri Barang Milik Bukan-Yahudi
Orang Yahudi Boleh Merampok atau Membunuh Orang Non-Yahudi
Orang Yahudi Boleh Berdusta kepada Orang Non-Yahudi
Yang Bukan-Yahudi adalah Hewan di bawah Derajat Manusia
Gila gak ajaran diatas?, makanya tidak heran kelakuan bangsa Israel itu seperti itu. Gerakan Zionisme mereka juga menggunakan Kitab Gila Talmud tadi sebagai acuan dasar.
Bagaimanapun semua yang terjadi sudah kehendak Tuhan, pasti dibalik semua peristiwa ada maksudnya, siapa tahu dengan perang ini maka Tuhan justru memberi kesempatan kepada bangsa Palestina untuk berombongan masuk surga sebagai syuhada'. Dan siapa tahu juga Israel berbondong ke neraka sebagai penyebar maut. Bagaimanapun kita hanya memandang dengan mata kita sebagai manusia yang seringkali salah. Meski begitu sebagai sesama manusia dan sesama muslim, saya sangat membenci aksi Israel terhadap Palestina ini. Semoga kekejaman ini segera berakhir.
di kutip dari: http://www.ateonsoft.com/2009/01/kekejaman-israel-dan-mandulnya-pbb.html
mengenal NII (negara islam indonesia)
Belakangan, di sekitar kampus tercinta kita, bahkan mungkin di kota bengawan ini, kajian model NII KW 9 mulai merebak lagi. Mungkin beberapa diantara ente sekalian sudah pernah dengar dan sudah bisa ambil sikap. Tapi bagi yang belum, semoga tulisan ini bisa jadi pembuka pikiran ente semua, amien.
Buat ente yang hobi banget kajian agama Islam, sekarang agaknya perlu lebih hati-hati. Kajian memang merupakan salah satu cara tholabul ilmi kita sebagai muslim. Bahkan kajian (tentunya) berpahala. Tapi jangan asal kajian, salah-salah nanti malah dapatnya ilmu yang nggak ada benarnya sama sekali.
Ahmad (bukan nama sebenarnya), beberapa waktu lalu diajak oleh seorang teman kuliahnya untuk mengikuti sebuah kajian. Meskipun sedikit heran karena temannya itu bisa dikatakan bukan ”orang doyan kajian”, tapi entah bagaimana Ahmad ikut juga. Kajian itu diadakan di sebuah rumah makan di bilangan Kleco. Sampai sana, Ahmad dipertemukan dengan seorang yang dikatakan sebagai ”ustad” oleh temannya tadi. Ustad yang kelihatan masih muda tadi mengaku berasal dari Jogjakarta.
Mula-mula Ahmad ditanyai tentang apa makna Islam. Lalu berbagai pertanyaan-pertanyaan lainnya. Usai Ahmad mencoba menjawab aneka pertanyaan tersebut, mulailah sang ustad beraksi. Ia mencoba mengarahkan pendapat Ahmad mengenai masalah-masalah yang diajukan sebelumnya sesuai dengan pendapat sang ustad, lengkap dengan cuplikan ayat-ayat Al-Qur’an yang mendukung pendapatnya.
Meskipun terlihat meyakinkan, namun dalam hati Ahmad merasa janggal dengan apa yang dikhotbahkan oleh ustad tersebut. Seperti pernyataan bahwa shalat belumlah menjadi kewajiban, karena menurutnya kita masih berada dalam masa Jahiliyah. Saat itulah Ahmad kemudian minta diri untuk pulang karena ada acara lain. Sang ustad setuju, namun meminta waktu lain untuk kajian selanjutnya. Namun Ahmad tidak mau menghadiri kajian selanjutnya tersebut, karena merasa ada yang aneh dengan ajaran yang disampaikan. ”Nggak sreg aja rasanya, seperti ada yang aneh”, resah Ahmad.
Mungkin ada beberapa dari ente sekalian yang pernah mengalami kejadian seperti yang telah dikisahkan di atas. Malah mungkin ada yang sudah sampai ikut kajian seperti itu berkali-kali terus sampai harus pergi ke kota lain, dengan alasan hijrah? Kalau begitu, ente kudu beneran tobat deh. Because what, karena model kajian seperti itu adalah kajian NII (Negara Islam Indonesia) yang sudah lama dianggap sebagai aliran sesat dan terlarang oleh pemerintah, MUI dan berbagai ormas Islam yang ada di Indonesia.
Sekilas Sejarah NII (Negara Islam Indonesia)
Kajian model NII ini sebenarnya sudah ada dari berpuluh tahun lalu. Awal mulanya adalah memang didirikan oleh Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo pada tanggal 7 Agustus 1949, yang berniat mendirikan sebuah negara Islam di Indonesia. Namun dalam perjalanannya, menurut orang-orang yang pernah terlibat dalam gerakan ini lalu insyaf dan bertobat, NII terpecah dan mulai melenceng dari ajaran semula. NII ”sempalan” inilah yang mulai memperkenalkan model kajian seperti diatas. Adapun NII KW (Komandemen Wilayah) 9-lah yang ditengarai menjadi gerakan sempalan di tubuh NII.
Kajian model ini sempat jadi heboh nasional pada tahun 80-an. Saat itu, pengikutnya amat banyak dan militan. Saking militannya, entah sudah berapa banyak orang yang ”menderita” karena ulah pengikut-pengikut kajian NII ini. Banyak orang tua yang heran dan terkejut mendapati putra-putrinya tiba-tiba menghilang tidak jelas. Ketika diketemukan atau kembali ke rumah, mereka menuduh bahwa orang tua mereka adalah kafir dan halal harta serta darahnya karena belum ”hijrah”.
Meskipun telah dilarang dan dinyatakan sebagai aliran sesat oleh pemerintah, MUI serta ormas-ormas Islam lainnya, namun kenyataannya gesrakan ini masih saja menunjukkan eksistensinya. Agaknya pelarangan ini hanya menyentuh permukaannya saja. Buktinya kelompok ini seolah bergerak di bawah tanah. Dari tiap waktu, selalu saja terdengar kabar mengenai aktivitas gerakan ini. Namun semakin lama pula semakin sulit untuk membongkar aktivitas kelompok ini karena sekarang mereka semakin rapi dan terorganisir dalam bergerak.
Ajaran NII
Walaupun masa telah berganti, namun benang merah dari kelompok ini yang sekaligus menjadi inti ajarannya tetap tidak berubah. Beberapa diantaranya adalah:
1. Shalat tidak wajib, karena kita masih berada dalam zaman Jahiliyah dan baru dilakukan kalau sudah berpindah/hijrah ke zaman Madiniyyah.
2. Shalat bisa ditinggalkan, asal membayar ”denda”.
3. Harus bai’at (mengucapkan janji setia) untuk dapat berpindah ke zaman Madiniyyah yang dimaksud plus membayar sejumlah uang sebagai ”tanda bukti” hijrah.
4. Semua orang yang belum bai’at dianggap kafir dan halal darah serta hartanya, meskipun keluarga sendiri, bahkan orang tua sekalipun. Dengan kata lain membunuh maupun mencuri harta orang di luar kelompoknya bebas dari dosa.
5. Serta beberapa ajaran-ajaran ”nyeleneh” lainnya.
Ajaran-ajaran ini jelas amat berlawanan dengan ajaran yang kita terima selama ini. Sebagai contoh, penyamaan kondisi (negara kita) yang masih dalam keadaan Jahiliyyah adalah tidak ada dasar nash-nya sama sekali. Selain itu, bolehnya meninggalkan shalat, sebagai akibat dari ”masih Jahiliyyahnya kita”, adalah hal yang benar-benar tidak dapat diterima akal sehat. Betapa tidak, Rasulullah SAW yang dijamin masuk surga saja tidak pernah meninggalkan shalat. Tentunya kita semua harus bercermin pada Rasulullah ketimbang ajaran seperti ini.
Yang Harus Diperhatikan
Berdasar pengalaman, ada beberapa trik tertentu yang dilakukan pengikut NII untuk menarik ente untuk ikut dalam kelompoknya, minimal ikut kajian. Beberapa diantaranya adalah:
1. Sebelum mengajak, biasanya mereka akan bertanya “Punya saudara TNI atau polisi?” atau paling tidak mereka tiba-tiba tanya tentang pekerjaan orang tua. Kalau kita jawab tidak punya atau pekerjaan orang tua kita bukan TNI dan ABRI, berarti kita positif jadi target mereka karena NII paling takut dengan ABRI. Coba saja lihat sejarahnya.
2. Mereka cenderung mencari orang yang serius, senang diskusi, concern akan sesuatu atau orang yang sedang bersemangat untuk mendalami agama, hanya saja pikirannya terlampau sempit dan menjadikannya kehilangan daya nalar.
3. Ajakan untuk mengikuti kajian dilakukan secara mendadak, lewat ajakan langsung, telepon atau sms, dengan harapan orang tersebut tidak bisa menolak ajakan mereka.
4. Biasanya mereka “berpraktek” di mall atau rumah makan (untuk target mahasiswa), bukan di masjid.
5. Ada juga yang membawa Al Quran dengan disampuli cover hitam kulit motif bintil2 berukuran setengah buku tulis sehingga dari luar orang tidak tahu itu Al Quran.
6. Modusnya terkadang hampir sama seperti mengajak join MLM (multi level marketing).
7. Awal percakapan biasanya diawali dengan pertanyaan-pertanyaan seputar Islam, serta permasalahan terkini umat Islam.
8. Apa yang disampaikan selalu berpatokan Quran, tapi hanya diambil ayat2 tertentu saja, itupun setengah-setengah.
9. Ada juga yang mengaku kalau mereka pernah lama di Mesir, lama di pesantren, atau pernah ikut studi banding di Malaysia.
10. Kosakata yang perlu diketahui tentang NII:
- Negara Karunia Allah
- Hijrah
- Camat, Lurah dan Gubernur
- Infak perbulan
Lalu, Apa yang Harus Dilakukan?
Well, dengan begitu, kita sekarang sudah lebih tahu dan bisa mengambil sikap terhadap kajian model NII yang sedang marak (lagi) di kampus tercinta ini. Meskipun kita tidak memiliki hak untuk menyatakan sesat-tidaknya sebuah ajaran, namun cukuplah kiranya fatwa MUI dan banyak bukti yang telah terungkap selama ini.
Bukan berarti kita harus mengambil jarak, tapi tetap saja kita harus berhati-hati. Karena siapa tahu teman justru terdekat kita yang secara tak terduga mengajak kita untuk mengikuti kajian tersebut. Maukah kita melihat teman kita terperosok dalam jurang yang sayangnya ia pandang sebagai oasis di padang pasir?
Betapa tidak, “korban-korban” ajaran ini dapat dipastikan akan mengalami perubahan drastis dalam kehidupannya, dalam artian negatif. Perubahan-perubahan yang dapat dilihat itu antara lain:
1. Menarik diri dari pergaulan, karena merasa orang di luar kelompoknya adalah kafir.
2. Bagi yang kuliah, mulai sering bolos kuliah dan “menghilang” dari kampus. IP melorot drastis, tak jarang beberapa diantaranya sampai DO (Drop Out).
Itu semua disebabkan paham mereka bahwa ilmu yang diajarkan dalam kuliah adalah ilmu kafir, sehingga lebih baik ditinggalkan saja dan beralih pada aktivitas mencari pengikut baru.
3. Sering mengeluarkan uang untuk alasan tidak jelas, bahkan terkesan dibuat-buat. Tak jarang sampai membohongi orang tua.
Kewajiban berinfaq-lah yang menjadi biang keladinya. Untuk membuktikan kesetiaan serta partisipasinya dalam perjuangan, anggota pasti dimintai infaq yang besarnya dapat berubah-ubah menurut selera pimpinan kelompoknya. Anggota dituntut untuk dapat selalu berinfaq, tak peduli asal uang tersebut darimana.
4. Barang-barang berharga miliknya atau terkadang milik orang disekelilingnya mendadak sering raib entah kemana.
Tuntutan untuk selalu dapat memenuhi kewajiban infaq tanpa mempedulikan asal harta yang diinfaqkan adalah penyebabnya. Apalagi salah satu ajaran yang didapatkan dari kelompok ini adalah darah maupun harta dari orang diluar kelompoknya adalah halal.
Karena itu, menjadi tugas kita-lah untuk menyadarkan mereka. Ada banyak cara kiranya untuk menyadarkan para korban yang terlanjur terjerat dalam kelompok ini. Cara termudahnya adalah pertemukan ia dengan ustadz atau ulama yang kita percayai dan menguasai betul masalah ini untuk diberikan penjelasan serta pencerahan kembali.
Satu hal penting tentang korban kelompok ini, jangan sekali-kali kita membenci mereka. Apa yang mereka lakukan sebenarnya hanyalah merupakan akibat kekhilafan dan kurangnya ilmu mereka tentang Islam. Namun begitu, kita perlu untuk mencoba bermujahadah melawan ajaran yang diajarkan oleh kelompok ini, melalui kajian-kajian mereka.
Buat ente yang hobi banget kajian agama Islam, sekarang agaknya perlu lebih hati-hati. Kajian memang merupakan salah satu cara tholabul ilmi kita sebagai muslim. Bahkan kajian (tentunya) berpahala. Tapi jangan asal kajian, salah-salah nanti malah dapatnya ilmu yang nggak ada benarnya sama sekali.
Ahmad (bukan nama sebenarnya), beberapa waktu lalu diajak oleh seorang teman kuliahnya untuk mengikuti sebuah kajian. Meskipun sedikit heran karena temannya itu bisa dikatakan bukan ”orang doyan kajian”, tapi entah bagaimana Ahmad ikut juga. Kajian itu diadakan di sebuah rumah makan di bilangan Kleco. Sampai sana, Ahmad dipertemukan dengan seorang yang dikatakan sebagai ”ustad” oleh temannya tadi. Ustad yang kelihatan masih muda tadi mengaku berasal dari Jogjakarta.
Mula-mula Ahmad ditanyai tentang apa makna Islam. Lalu berbagai pertanyaan-pertanyaan lainnya. Usai Ahmad mencoba menjawab aneka pertanyaan tersebut, mulailah sang ustad beraksi. Ia mencoba mengarahkan pendapat Ahmad mengenai masalah-masalah yang diajukan sebelumnya sesuai dengan pendapat sang ustad, lengkap dengan cuplikan ayat-ayat Al-Qur’an yang mendukung pendapatnya.
Meskipun terlihat meyakinkan, namun dalam hati Ahmad merasa janggal dengan apa yang dikhotbahkan oleh ustad tersebut. Seperti pernyataan bahwa shalat belumlah menjadi kewajiban, karena menurutnya kita masih berada dalam masa Jahiliyah. Saat itulah Ahmad kemudian minta diri untuk pulang karena ada acara lain. Sang ustad setuju, namun meminta waktu lain untuk kajian selanjutnya. Namun Ahmad tidak mau menghadiri kajian selanjutnya tersebut, karena merasa ada yang aneh dengan ajaran yang disampaikan. ”Nggak sreg aja rasanya, seperti ada yang aneh”, resah Ahmad.
Mungkin ada beberapa dari ente sekalian yang pernah mengalami kejadian seperti yang telah dikisahkan di atas. Malah mungkin ada yang sudah sampai ikut kajian seperti itu berkali-kali terus sampai harus pergi ke kota lain, dengan alasan hijrah? Kalau begitu, ente kudu beneran tobat deh. Because what, karena model kajian seperti itu adalah kajian NII (Negara Islam Indonesia) yang sudah lama dianggap sebagai aliran sesat dan terlarang oleh pemerintah, MUI dan berbagai ormas Islam yang ada di Indonesia.
Sekilas Sejarah NII (Negara Islam Indonesia)
Kajian model NII ini sebenarnya sudah ada dari berpuluh tahun lalu. Awal mulanya adalah memang didirikan oleh Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo pada tanggal 7 Agustus 1949, yang berniat mendirikan sebuah negara Islam di Indonesia. Namun dalam perjalanannya, menurut orang-orang yang pernah terlibat dalam gerakan ini lalu insyaf dan bertobat, NII terpecah dan mulai melenceng dari ajaran semula. NII ”sempalan” inilah yang mulai memperkenalkan model kajian seperti diatas. Adapun NII KW (Komandemen Wilayah) 9-lah yang ditengarai menjadi gerakan sempalan di tubuh NII.
Kajian model ini sempat jadi heboh nasional pada tahun 80-an. Saat itu, pengikutnya amat banyak dan militan. Saking militannya, entah sudah berapa banyak orang yang ”menderita” karena ulah pengikut-pengikut kajian NII ini. Banyak orang tua yang heran dan terkejut mendapati putra-putrinya tiba-tiba menghilang tidak jelas. Ketika diketemukan atau kembali ke rumah, mereka menuduh bahwa orang tua mereka adalah kafir dan halal harta serta darahnya karena belum ”hijrah”.
Meskipun telah dilarang dan dinyatakan sebagai aliran sesat oleh pemerintah, MUI serta ormas-ormas Islam lainnya, namun kenyataannya gesrakan ini masih saja menunjukkan eksistensinya. Agaknya pelarangan ini hanya menyentuh permukaannya saja. Buktinya kelompok ini seolah bergerak di bawah tanah. Dari tiap waktu, selalu saja terdengar kabar mengenai aktivitas gerakan ini. Namun semakin lama pula semakin sulit untuk membongkar aktivitas kelompok ini karena sekarang mereka semakin rapi dan terorganisir dalam bergerak.
Ajaran NII
Walaupun masa telah berganti, namun benang merah dari kelompok ini yang sekaligus menjadi inti ajarannya tetap tidak berubah. Beberapa diantaranya adalah:
1. Shalat tidak wajib, karena kita masih berada dalam zaman Jahiliyah dan baru dilakukan kalau sudah berpindah/hijrah ke zaman Madiniyyah.
2. Shalat bisa ditinggalkan, asal membayar ”denda”.
3. Harus bai’at (mengucapkan janji setia) untuk dapat berpindah ke zaman Madiniyyah yang dimaksud plus membayar sejumlah uang sebagai ”tanda bukti” hijrah.
4. Semua orang yang belum bai’at dianggap kafir dan halal darah serta hartanya, meskipun keluarga sendiri, bahkan orang tua sekalipun. Dengan kata lain membunuh maupun mencuri harta orang di luar kelompoknya bebas dari dosa.
5. Serta beberapa ajaran-ajaran ”nyeleneh” lainnya.
Ajaran-ajaran ini jelas amat berlawanan dengan ajaran yang kita terima selama ini. Sebagai contoh, penyamaan kondisi (negara kita) yang masih dalam keadaan Jahiliyyah adalah tidak ada dasar nash-nya sama sekali. Selain itu, bolehnya meninggalkan shalat, sebagai akibat dari ”masih Jahiliyyahnya kita”, adalah hal yang benar-benar tidak dapat diterima akal sehat. Betapa tidak, Rasulullah SAW yang dijamin masuk surga saja tidak pernah meninggalkan shalat. Tentunya kita semua harus bercermin pada Rasulullah ketimbang ajaran seperti ini.
Yang Harus Diperhatikan
Berdasar pengalaman, ada beberapa trik tertentu yang dilakukan pengikut NII untuk menarik ente untuk ikut dalam kelompoknya, minimal ikut kajian. Beberapa diantaranya adalah:
1. Sebelum mengajak, biasanya mereka akan bertanya “Punya saudara TNI atau polisi?” atau paling tidak mereka tiba-tiba tanya tentang pekerjaan orang tua. Kalau kita jawab tidak punya atau pekerjaan orang tua kita bukan TNI dan ABRI, berarti kita positif jadi target mereka karena NII paling takut dengan ABRI. Coba saja lihat sejarahnya.
2. Mereka cenderung mencari orang yang serius, senang diskusi, concern akan sesuatu atau orang yang sedang bersemangat untuk mendalami agama, hanya saja pikirannya terlampau sempit dan menjadikannya kehilangan daya nalar.
3. Ajakan untuk mengikuti kajian dilakukan secara mendadak, lewat ajakan langsung, telepon atau sms, dengan harapan orang tersebut tidak bisa menolak ajakan mereka.
4. Biasanya mereka “berpraktek” di mall atau rumah makan (untuk target mahasiswa), bukan di masjid.
5. Ada juga yang membawa Al Quran dengan disampuli cover hitam kulit motif bintil2 berukuran setengah buku tulis sehingga dari luar orang tidak tahu itu Al Quran.
6. Modusnya terkadang hampir sama seperti mengajak join MLM (multi level marketing).
7. Awal percakapan biasanya diawali dengan pertanyaan-pertanyaan seputar Islam, serta permasalahan terkini umat Islam.
8. Apa yang disampaikan selalu berpatokan Quran, tapi hanya diambil ayat2 tertentu saja, itupun setengah-setengah.
9. Ada juga yang mengaku kalau mereka pernah lama di Mesir, lama di pesantren, atau pernah ikut studi banding di Malaysia.
10. Kosakata yang perlu diketahui tentang NII:
- Negara Karunia Allah
- Hijrah
- Camat, Lurah dan Gubernur
- Infak perbulan
Lalu, Apa yang Harus Dilakukan?
Well, dengan begitu, kita sekarang sudah lebih tahu dan bisa mengambil sikap terhadap kajian model NII yang sedang marak (lagi) di kampus tercinta ini. Meskipun kita tidak memiliki hak untuk menyatakan sesat-tidaknya sebuah ajaran, namun cukuplah kiranya fatwa MUI dan banyak bukti yang telah terungkap selama ini.
Bukan berarti kita harus mengambil jarak, tapi tetap saja kita harus berhati-hati. Karena siapa tahu teman justru terdekat kita yang secara tak terduga mengajak kita untuk mengikuti kajian tersebut. Maukah kita melihat teman kita terperosok dalam jurang yang sayangnya ia pandang sebagai oasis di padang pasir?
Betapa tidak, “korban-korban” ajaran ini dapat dipastikan akan mengalami perubahan drastis dalam kehidupannya, dalam artian negatif. Perubahan-perubahan yang dapat dilihat itu antara lain:
1. Menarik diri dari pergaulan, karena merasa orang di luar kelompoknya adalah kafir.
2. Bagi yang kuliah, mulai sering bolos kuliah dan “menghilang” dari kampus. IP melorot drastis, tak jarang beberapa diantaranya sampai DO (Drop Out).
Itu semua disebabkan paham mereka bahwa ilmu yang diajarkan dalam kuliah adalah ilmu kafir, sehingga lebih baik ditinggalkan saja dan beralih pada aktivitas mencari pengikut baru.
3. Sering mengeluarkan uang untuk alasan tidak jelas, bahkan terkesan dibuat-buat. Tak jarang sampai membohongi orang tua.
Kewajiban berinfaq-lah yang menjadi biang keladinya. Untuk membuktikan kesetiaan serta partisipasinya dalam perjuangan, anggota pasti dimintai infaq yang besarnya dapat berubah-ubah menurut selera pimpinan kelompoknya. Anggota dituntut untuk dapat selalu berinfaq, tak peduli asal uang tersebut darimana.
4. Barang-barang berharga miliknya atau terkadang milik orang disekelilingnya mendadak sering raib entah kemana.
Tuntutan untuk selalu dapat memenuhi kewajiban infaq tanpa mempedulikan asal harta yang diinfaqkan adalah penyebabnya. Apalagi salah satu ajaran yang didapatkan dari kelompok ini adalah darah maupun harta dari orang diluar kelompoknya adalah halal.
Karena itu, menjadi tugas kita-lah untuk menyadarkan mereka. Ada banyak cara kiranya untuk menyadarkan para korban yang terlanjur terjerat dalam kelompok ini. Cara termudahnya adalah pertemukan ia dengan ustadz atau ulama yang kita percayai dan menguasai betul masalah ini untuk diberikan penjelasan serta pencerahan kembali.
Satu hal penting tentang korban kelompok ini, jangan sekali-kali kita membenci mereka. Apa yang mereka lakukan sebenarnya hanyalah merupakan akibat kekhilafan dan kurangnya ilmu mereka tentang Islam. Namun begitu, kita perlu untuk mencoba bermujahadah melawan ajaran yang diajarkan oleh kelompok ini, melalui kajian-kajian mereka.
Wallua’lam bisshowab
semoga bisa menjadi pelajaran buat para mahasiswa yang selalu dijadikan sasaran baru untuk mengikuti ajaran mereka.
di kutip dari : http://aamzz.blog.friendster.com/2007/08/awas-bahaya-nii-kw-9-kembali-mengintai/
Langganan:
Postingan (Atom)